"Berikan aku tanda!" Perempuan itu menangis di ujung dermaga. "Berikan aku tanda, apa saja!"Laki-laki kekasihnya melambaikan tangan dari atas geladak. Perlahan, kapal menjauh. Masih sampai di telinganya, suara tersedu-sedu di tengah angin yang menderu.
Laki-laki itu memandang si perempuan di kejauhan. Ia selalu meminta tanda. Laki-laki itu menggelengkan kepalanya perlahan. Di tengah lautan, tanda macam apakah yang bisa kuberikan?
Gadisku, tidakkah air matamu itu adalah suatu tanda? Bukankah rasa rindumu, keluh kehilanganmu pun adalah suatu tanda? Kembalilah ke dermaga; kau akan menemukan bekas-bekas tapak sepatumu di sana. Itu adalah sebuah tanda juga.
Tanda apa lagi yang kau harapkan?
Tanda-tanda itu adalah bukti ketertautan kita. Bahkan tanda-tanda itu masih bermakna, ketika aku, kau juga kita, telah tiada.
Kekasihku, kita pun adalah suatu tanda...*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar